Terapkan sales funnel untuk bisnis online

Kalau Anda bergerak pada bidang bisnis online atau miliki usaha di website Anda, tidak ada salahnya pelajari teori sales funnel ini dan praktikkannya biar penjualan Anda meningkat dan juga anda bisa santai sambil mainkan fishing joker game.

Apa itu sales funnel?

Sales Funnel ialah cara mudah ubat visualisasikan perjalanan pelanggan atau yang biasa dibilang customer journey, melalui proses penjualan Anda. Proses perjalanan pelanggan ini biasa terjadi sebab mereka menyadari jika mereka perlu produk Anda dan akhirnya melakukan pembelian. Perjalanan inilah yang disebut Sales Funnel. Sales Funnel ini dapat gambarkan gimana setiap penjualan dimulai dengan adanya banyak calon pelanggan, kemudian berakhir dengan lebih sedikit orang yang melakukan pembelian.

Pada praktiknya, inti dari proses ini ialah perjalanan mulai dari gimana Anda mengundang branded traffic atau pengunjung lalu peroleh kontak mereka, mengubah kontak itu jadi prospek bisnis Anda, sampai akhirnya yakinkan mereka buat bisa “close the deal” atau bertransaksi.

Secara teori, Sales Funnel ialah kunci dalam mengukur, mengelola, meramalkan dan juga termasuk perbaiki proses penjualan Anda hingga pada akhirnya Anda bisa menutup lebih banyak transaksi dengan customer.

Nilai Sales Funnel yang dibangun dengan baik ialah yang miliki kemampuan untuk:

Tentukan tahapan proses sales funnel yang jelas dan konsisten, yang juga cerminkan perjalanan pelanggan Anda dan dapat mendukung para pelanggan itu di setiap tahapannya.

Melakukan komunikasi yang jelas di semua departemen penjualan, pemasaran dan manajemen lainnya menuju satu visi penjualan bersama. Sebagian besar tim Sales Funnel miliki panggilan harian atau mingguan buat meninjau seberapa pesat atau besar kemajuan mereka.

Meramalkan pendapatan penjualan yang bakal datang dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan sama yang dilakukan tanpa tahapan Sales Funnel yang lebih jelas.

Kenapa Mesti Menerapkan Sales Funnel?

Menurut penelitian David Kirkpatrick yang dipublikasikan di Marketing Sherpa , terkait Sales Funnel, Hanya 50 % dari lead marketing yang sudah siap buat langsung membeli. Sedangkan banyak customer lainnya mesti dijaga dan didukung lebih dulu untuk bantu mereka membuat keputusan membeli atau bertransaksi.

Peroleh hasil yang bagus dari setiap customer potensial juga menjadi hal yang susah. Kenapa? Sebab 79 % dari lead marketing itu dinyatakan gagal dalam ketika saat hendak menuju tindakan transaksi atau pembelian. Hal ini berarti ada banyak peluang yang hilang sebab calon pelanggan potensial sebetulnya perlukan lebih banyak dukungan.

Untuk mendukung customer Anda melalui proses penjualan, penting buat Anda untuk tetap perhatikan Sales Funnel dengan lebih teliti. Walaupun mungkin ada banyak perawatan dan perhatian yang Anda kasihkan untuk tingkatkan Funnel itu sendiri, ada saja “kebocoran” pada Funnel yang dapat terjadi. Kebocoran itulah yang sebabkan lead customer yang berkualitas tadi dapat pergi begitu saja tanpa melakukan pembelian atau transaksi.

Orang pada umumnya yang baru saja menemukan brand Anda buat pertama kalinya, tentu tidak bakal langsung melakukan pembelian sebab mereka merasa belum siap. Terkait hal itu, yang bisa Anda lakukan ialah menjalin komunikasi dengan para calon pelanggan itu dan mengajak mereka buat lebih mengenal perusahaan Anda serta mengetahui apa produk Anda dan giman kelebihan serta keuntungannya buat mereka.

Walaupun tergolong lama prosesnya, mereka bisa berminat pada layanan Anda lebih dulu sebelum melakukan pembelian produk. Dengan mengidentifikasi dan memperbaiki area terlemah yang ada pada Sales Funnel Anda, Anda dapat pastikan kalau lead customer Anda dapat capai presentase yang tinggi. Lead customer yang dimaksud ialah yang bersedia melakukan pembelian dan menjadi repeat customer atau pelanggan setia.

Pahami Perjalanan Customer Anda

Langkah awal buat membangun Sales Funnel Anda ialah pahami proses pengambilan keputusan customer Anda , yang sering disebut sebagai “customer journey”. Buat lakukan ini, Anda mesti tempatkan diri Anda pada posisi atau keadaan pelanggan ketika pertama kali menyadari adanya masalah yang butuh dipecahkan.

Berikutnya, pertimbangkan setiap tahap perjalanan yang mereka lalui untuk mengambil keputusan itu. Hal ini bakal membantu Anda pastikan tim penjualan Anda merespons pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar buat setiap keperluan info pelanggan Anda.

Sales Funnel terdiri dari tahap-tahap yang dimaksudkan buat cerminkan gimana langkah-langkah pengambilan keputusan utama dalam perjalanan pelanggan buat lakukan pembelian atau bertransaksi. Jumlah tahapan bisa bervariasi sesuai sama jenis bisnis yang Anda jalankan. Usaha kecil umumnya tentukan sebanyak 3, 5 atau 7 tahap dalam Sales Funnel mereka.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *