Trik untuk desain landing page web

Mendesain landing page biar web terlihat menarik dan mengkonversi ialah hal yang menyenangkan, namun bukan berarti jadi pekerjaan yang mudah.

Apalagi jika Anda baru dalam bisnis dunia online dan mau buat website buat mendukung kegiatan marketing dan promosi produk bisnis Anda.

Artikel kali ini bakal kasihkan berapa tips jitu dari web designer professional yang bakal bantu Anda dalam desain landing page website biar terlihat menarik.

Penasaran? Mari segera kita mulai bahasannya.

Mendesain Landing Page yang Menarik dengan Tips Berikut ini!

1. Terus Ikuti Tren Desain

Kapan terakhir kali Anda masuk pada dalam webpage yang berisi foto, video, informasi tertulis dan minta info soal Anda?

Seluruhnya dikemas lengkap di dalam suatu page dan secara tidak sadar Anda kasihkan alamat email atau beli produk yang dijual?

Sekali lagi, mungkin dapat bekerja sementara, namun page yang terlalu banyak kasihkan info sudah ketinggalan jaman.

Grafik desainer professional, Travis Moore jelaskan “ Sekarang ini, tren desain datar dan minimalis. Gradient yang ekstrem dan drop shadows sudah jadul.”

2. Kasihkan Ruang Ekstra!

Kunci buat seni keindahan yang simpel ini ialah whitespace (atau ruang kosong kalau page Anda tidak putih).

Web designer Leadpages, Kayla Sawtelle anggap ini penting dan menyebutnya sebagai “ruang bernafas”.

Ruangan ini tidak Cuma buat tampilan page Anda terlihat lebih modern dan percepat load page, namun juga tidak membuat pembaca kewalahan melihat page yang full.

Pada template landing page non-profit elegan miliknya, Kayla buat seluruhnya jadi simpel dengan berfokus pada foto yang bagus dan call to action.

3. Menggunakan Elemen Desain buat organisir Info

Terkadang, Anda tidak cukup Cuma membuat seluruhnya jadi lebih simpel dan kasihkan info buat lead Anda.

Tidak dengan kasihkan mereka sejumlah teks yang biarkan mereka tahu, gaya penulisan, atau mengapa mereka perlukan produk Anda.

Anda mesti memecah dan membuatnya jadi lebih mudah buat dibaca.
Pertama, cari tahu mana info yang jadi prioritas Anda, dan kemudian cek ulang apakah memang info itu sudah cocok berada pada bagian yang Anda tentukan.

Pikirkan bagian mana yang bisa dipecah jadi poin yang lebih kecil, dihubungkan smaa ide, dan gabungkannya menjadi satu.

4. Buar Pilihan Warna, Lebih Sedikit Lebih Baik

Travis dan Kayla cepat sadari jika salah satu kesalahan terbesar yang mereka lihat dalam desain landing page ialah terlalu banyak pakai warna atau warna yang di pakai tidak cocok.

Semakin banyak warna yang Anda miliki, makin Anda mesti pertimbangkan artinya di balik warna itu.

Secara mental, warna bantu Anda dalam prioritaskan info.

Misalnya, Anda pakai konsep warna yang sebagian abu-abu dengan berapa aksen biru dan warna merah buat call to action.

5. Pakai Gambar yang Mendukung Content Anda

Salah satu hal yang sangat mengesalkan ialah saat masuk di dalam landing page ialah melihat gambar yang tidak ada hubungannya sama tawaran.

Biasanya hal ini terjadi saat seorang pakai gambar yang miliki daya tarik besar namun ia tidak pikirkan tujuannya pada page.
Misalnya begini, Anda lihat suatu iklan liburan di pantai namun saat Anda klik dan masuk ke dalam landing page penawaran yang ditampilkan ialah soal software akutansi.

Selain tidak ada hubungannya antara gambar dengan tawaran, pakai background pantai tidak mungkin perkuat otoritas atau citra brand Anda.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *